http://smskeen.com/wp-content/uploads/2017/10/carlos-bacca-_160823211607-952.jpg

Bacca: Saya Bermain di Era Terburuk AC Milan

http://smskeen.com/wp-content/uploads/2017/10/carlos-bacca-_160823211607-952.jpg

BERITA BOLA ONLINE  – Penyerang Carlos Bacca mengaku puas dengan apa yang sudah dicapai bersama AC Milan. Tapi, menurutnya Bacca, ia bergabung dengan Milan saat klub berada di fase terburuk dalam sejarah.

Bacca bergabung dengan Milan pada tahun 2015/16. Pemain asal Kolombia tersebut bertahan selama dua musim saja di Milan. Barcca, yang dibeli dari Sevilla, kemudian pindah ke Villarreal pada awal musim.

Dua musim di Milan, Bacca menyebut jika itu adalah era terburuk Milan. Klub tidak mampu membeli pemain bintang dan tidak bisa bersaing untuk perebutan gelar scudetto.

“Saya bermain di Milan saat klub berada di era terburuk dalam sejarah klub. Setelah 30 tahun, Presiden Silvio Berlusconi ingin menjual klub. Kami kemudian punya ide yang berbeda dengan pelatih dan pemilik baru,” ucap Bacca.
BACA JUGA : Nainggolan Tak Menyesal Tolak Chelsea dan Conte

Bacca mengaku bangga dengan capaian yang sudah ia ukir di Milan. Pemain berusia 31 tahun mengaku jika dirinya bisa pergi dari San Siro dengan kepala tegak karena bisa membawa Milan kembali bermain di Eropa.

Capaian tersebut, menjadi bukti bahwa misi yang ia emban saat pindah dari Sevilla ke Milan tercapai.

“Saya pergi dengan kepala tegak karena Milan bermain di Eropa dan saya bisa memberikan kontribusi. Saya senang Milan kembali ke Eropa. Itu adalah tujuan saya saat pindah dari Sevilla,” tandas Bacca.

Selama membela Milan, Bacca sukses memberikan kontribusi 34 gol untuk Rossoneri di semua kompetisi.