http://smskeen.com/wp-content/uploads/2018/11/klopp.jpg

Soal Formasi Tim, Klopp Mengaku Akan Bersikap Fleksibel

http://smskeen.com/wp-content/uploads/2018/11/klopp.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengatakan ia tak akan terus mempertahankan formasi 4-2-3-1 yang beberapa kali dipakainya belakangan ini.

Klopp lebih dikenal sebagai penganut formasi ofensif 4-3-3 di Liverpool. Akan tetapi belakangan ini sempat beberapa kali berganti ke formasi 4-2-3-1.

Taktik itu dipakainya karena sejumlah penggawa lini tengahnya bertumbangan karena cedera. Skema itu terakhir digunakannya saat Liverpool bermain melawan Fulham.

Saat itu, Mohamed Salah jadi penyerang tunggal. Sementara itu tiga pemain di belakangnya adalah Xherdan Shaqiri, Roberto Fimino dan Sadio Mane.

Ada yang menyebut bahwa Liverpool berada pada kondisi terbaik mereka saat menggunakan formasi ini. Namun Klopp mengatakan timnya akan terus menyesuaikan formasi tim tergantung pada situasi yang mereka hadapi.

“Kami memainkannya dari waktu ke waktu, kami tidak hanya memainkannya di awal ketika saya masuk. Kami memainkannya tahun lalu, saya pikir kami memainkannya di laga terakhir,” ujarnya pada Premier League Productions.

“Kami memainkan sistem yang berbeda. Tetapi saya tidak terlalu memikirkan hal-hal seperti itu, saya selalu berada dalam situasi itu,” sambung Klopp.

BACA JUGA : Saat Liverpool dan City Digdaya, Pemain Tottenham Yakin Bisa Juara

“Saya menggunakan pengalaman saya hanya dengan apa yang dapat saya ingat – saya tidak membaca catatan-catatan saya dan berpikir: ‘Apa yang kami lakukan dalam situasi itu?’ Saya cukup yakin kami memainkan formasi diamond (berlian) karena saya memainkannya selalu ketika saya memiliki kesempatan untuk melakukannya, memainkan dua striker dan hal-hal seperti itu,” tandasnya.

Klopp lantas menjelaskan apa dasar pemilihan formasinya khususnya di Liverpool. Ia menyebut ia memilih formasi tertentu berdasarkan performa para pemainnya.

“Sistem kami, ketika kami bermain dengan tiga pemain di depan, adalah sesuatu seperti formati berlian; itu bisa 4-5-1, itu bisa 4-3-3. Tentu saja, 4-2-3-1 – 4-4-1-1, saya lebih suka di kebanyakan situasi untuk menamainya – adalah sistem yang bagus.”

“Tapi ini bukan tentang sistem, ini semua tentang pemain. Tugas saya adalah membawa pemain ke posisi terbaik di mana mereka dapat membantu tim dengan hal-hal yang dapat mereka lakukan,” terangnya.