http://smskeen.com/wp-content/uploads/2018/11/zeman-1200x675.jpg

Zeman: Juventus Tak Punya Rival di Serie A

http://smskeen.com/wp-content/uploads/2018/11/zeman-1200x675.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Keyakinan mantan pelatih AS Roma, Zdenek Zeman, melihat Juventus mengangkat trofi juara Serie A nampaknya sudah bulat. Ia bahkan menganggap skuat asuhan Massimiliano Allegri tersebut tidak memiliki rival.

Setiap musimnya, Juventus terus melakukan pembenahan di dalam skuatnya. Pembelian pemain penting nan berkualitas selalu dilakukannya dalam bursa transfer walaupun sudah menguasai Italia sejak tahun 2011 lalu.

Di musim ini, mereka mendatangkan banyak pemain penting seperti Emre Can dan Joao Cancelo. Namun yang membuat publik terkejut adalah saat mereka sukses membajak Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada bulan Juli lalu.

Penggawa-penggawa baru Bianconeri ini diyakini semakin melengkapi skuat, hingga membuatnya tampak sulit untuk ditumbangkan. Benar saja, Juventus masih belum mencicipi rasanya kalah dalam 14 pertandingan terakhirnya.

BACA JUGA : Sering Dicadangkan, Benatia Isyaratkan Hengkang dari Juventus

Hal itu membuat Zeman, yang dikenal kritis terhadap Juventus, yakin tim tersebut akan kembali menguasai Serie A. Baginya, tidak ada tim Italia saat ini yang bisa mendapatkan titel rival sejati Bianconeri.

“Tidak ada rival sejati untuk Juventus di Serie A,” buka Zeman dalam wawancaranya bersama berita bola online baru-baru ini.

“Inter dan Napoli coba mengejar tetapi, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, Juventus tidak akan mengalami masalah,” lanjutnya.

Ronaldo menjadi sosok penting untuk Juventus pada musim ini, di mana tujuh gol yang ia cetak selalu membantu tim meraih kemenangan. Namun bukan sosok asal Portugal tersebut yang berhasil menarik perhatian Zeman.

“Douglas Costa membuat saya terkesan sejak saya melihatnya di Jerman, dan mungkin saja bisa melayani Ronaldo lebih baik dari [Mario] Mandzukic, walaupun dia melakukan tugas yang berbeda di lapangan,” tandasnya.

Costa memang membuat publik terkesan karena memberikan warna baru dalam lini serang Juventus. Sayangnya, kiprahnya sempat tercoreng lantaran tindakan tidak terpuji yang dilakukannya saat bertemu Sassuolo bulan September lalu.