http://smskeen.com/wp-content/uploads/2019/04/allegri1.jpg

Massimiliano Allegri Bertekad Jadi ‘Fergie’-nya Juventus

http://smskeen.com/wp-content/uploads/2019/04/allegri1.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Massimiliano Allegri sepertinya masih belum ingin meninggalkan Juventus dalam waktu dekat. Bahkan, pelatih berumur 51 tahun itu menyatakan niatnya bertahan lama seperti Sir Alex Ferguson waktu masih melatih Manchester United dulu.

Tak bisa dimungkiri, Allegri adalah pelatih terbaik Juventus dalam satu dekade terakhir ini. Total delapan gelar telah ia sumbangkan sejak tiba pertama kali di Turin pada tahun 2015 lalu. Bahkan, ia juga pernah mengantar Bianconeri mencapai final Liga Champions dua kali.

Namun belakangan ini, rumor mengatakan bahwa Allegri berniat untuk meninggalkan Juventus pada musim panas mendatang. Banyak yang meyakini bahwa mantan nahkoda AC Milan itu ingin mencari tantangan di kompetisi lainnya.

Namun kabar soal niatnya meninggalkan Juventus langsung ditampik oleh Allegri dalam konferensi pers jelang melawan Milan, Jumat (5/4) tadi. Malah sebaliknya, ia berniat bertahan lama dan meniru kisah Sir Alex Ferguson bersama Manchester United.

BACA JUGA : Panaskan Rumor ke Liverpool, Gotze Akui Jalani Komunikasi Intensif dengan Klopp

“Saya menganggap diri saya sendiri sebagai manajer untuk sebuah klub, yang harus memawa pulang hasil pada akhir musim, tidak hanya dalam level olahraga semata namun juga perkembangan pemain,” tutur Allegri seperti yang dikutip dari berita bola online.

“Ini adalah hasil yang akan memberikan dampak terhadap finansial klub. Saya harap bisa memiliki peran seperti Ferguson, artinya saya akan bertahan di Juventus bertahun-tahun lamanya,” lanjutnya.

Salah satu target Allegri bersama Juventus di musim ini adalah memenangkan Liga Champions. Sementara ini, mereka telah mencapai babak perempat final dan dipertemukan dengan wakil Belanda, Ajax Amsterdam.

Dari segi komposisi tim, Juventus jauh lebih unggul dari Ajax. Apalagi mereka memiliki sosok Cristiano Ronaldo yang menjadi penyelamat dengan torehan hat-trick kala menghadapi Atletico Madrid di babak 16 besar. Tapi, Allegri tidak ingin melonggarkan kewaspadaannya.

“Kepuasan dan anggapan bisa membuat anda kehilangan rasa kenyataan,” tambahnya. “Di Final melawan Real, kami terlalu optimis. Sekarang kami harus menang di Eropa dan juga di Italia,” sambungnya.

“Di balik pertumbuhan Ajax ada talenta individual dalam sebuah sistem yang mengajari anak-anak untuk memainkan sepak bola dan tidak menjadikan mereka sebagai mesin,” tandasnya.