http://smskeen.com/wp-content/uploads/2019/07/Chelsea-fans-absolutely-love-their-new-formation-under-Frank-Lampard-791158.jpg

Taktik Chelsea Versus Bohemian, Frank Lampard Bedakan Diri dari Sarri

http://smskeen.com/wp-content/uploads/2019/07/Chelsea-fans-absolutely-love-their-new-formation-under-Frank-Lampard-791158.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Para fans Chelsea akhirnya bisa melihat versi awal tim mereka di bawah asuhan legenda klub, Frank Lampard. Chelsea bermain 1-1 kontra tim asal Irlandia, Bohemians, malam. Kendati masih banyak pemainnya yang absen karena liburan musim panas menyusul keterlibatan di Copa America 2019, Piala Emas, atau masih merawat cedera, Frank Lampard sudah menunjukkan preferensi formasinya. Pelatih Inggris pertama Chelsea dalam 23 tahun tersebut meninggalkan formasi 4-3-3 favorit pendahulunya, Maurizio Sarri.
Sebagai gantinya, Frank Lampard menurunkan Chelsea dalam skema 4-2-3-1 pada babak pertama dan 4-1-4-1 yang menjadi dua formasi andalannya bersama Derby County di Divisi Championship musim lalu. Frank Lampard memakai 22 pemain pada laga tersebut, 11 starter pertandingan dan 11 pemain yang memulai babak kedua. Dari semua personel yang merumput, hanya Pedro, Willy Caballero, Davide Zappacosta, dan Cesar Azpilicueta yang terlibat dengan tim utama Chelsea musim lalu. Frank Lampard menurunkan beberapa pemain yang kembali dari masa peminjaman seperti Trevor Chalobah, Kurt Zouma, Michy Batshuayi, dan Tiemoue Bakayoko.

Meningkatkan kebugaran pemain adalah tujuan Frank Lampard di laga ini. “Kami melawan Bohemian yang sudah setengah jalan di kompetisi domestik mereka. Kami mendorong diri sendiri ke batas-batas,” ujar Frank Lampard kepada berita bola online. “Laga ini adalah untuk meningkatkan kebugaran para individu. Anak-anak muda bermain bagus. Kami ingin mereka mencapai level fitnes dan intensitas permainan yang ideal.” Poin menarik kedua setelah pemilihan formasi tadi adalah posisi Cesar Azpilicueta.
BACA JUGA : Demi Inter, Milan Skriniar Pastikan Tolak Duo Manchester
Cesar Azpilicueta menjalankan peran sebagai bek kanan bersama Maurizio Sarri sepanjang 2018-2019 tetapi pemain asal Spanyol ini berfungsi di posisi bek tengah dalam formasi 3-5-2 racikan Antonio Conte. Bek asal Italia, Davide Zapacosta, dan pemain muda Dujon Sterling yang menjalankan peran sebagai bek kanan kontra Bohemian. Di lini depan, seperti pelatih-pelatih Chelsea sebelumnya, Frank Lampard memainkan formasi satu striker. Adalah penyerang asal Belgia, Michy Batshuayi yang mencetak gol Chelsea pada laga ini. Ia memanfaatkan umpan Kenedy yang musim lalu dipinjamkan ke Newcastle United.

Batshuayi akan memperebutkan tempat di starting line up Chelsea musim depan bersama Olivier Giroud, yang menjadi top scorer dalam perjalanan Chelsea menjuarai Liga Europa. Satu pemain lagi yang akan bersaing untuk jadi striker utama Chelsea musim depan adalah Tammy Abraham. Striker berusia 21 tahun itu mencetak 25 gol saat membantu Aston Villa promosi dari Divisi Championship musim lalu.  Ia adalah penyerang tajam di kasta kedua Liga Inggris. Tammy Abraham juga subur kala dipinjamkan ke Bristol City, dengan mencetak 23 gol dari 41 laga. Secara total, Tammy Abraham membukukan rekor impresif 48 gol dari hanya 78 laga di Divisi Championship.

Di sektor pertahanan, Kurt Zouma turun sebagai bek tengah pada babak kedua. Namun, ada kemungkinan bek tengah asal Perancis ini untuk meninggalkan klub untuk bergabung kembali dengan Everton, klub di mana ia dipinjamkan msuim lalu. Sementara, Ethan Ampadu mendapatkan pujian dengan penampilannya sebagai salah satu dari dua double pivot di depan pertahanan. Laga ini membuktikan keluwesan Ethan Ampadu, yang dapat bermain sebagai gelandang bertahan dan juga sebagai bek tengah seperti yang ia tunjukkan di Exeter City. Bermain bersama Ampadu sebagai gelandang bertahan adalah Danny Drinkwater. Mantan pemain Leicester ini mendapat kesempatan seperti yang dijanjikan oleh Frank Lampard.