http://smskeen.com/wp-content/uploads/2019/09/img_xjurio_20190131-212337_imagenes_lv_colaboradores_xjurio_img_3535-kLJF-U46317321134oyE-992x558@LaVanguardia-Web-1.jpg

Saga Transfer Neymar ke Barcelona Dianggap Konyol, Ini Alasannya!

http://smskeen.com/wp-content/uploads/2019/09/img_xjurio_20190131-212337_imagenes_lv_colaboradores_xjurio_img_3535-kLJF-U46317321134oyE-992x558@LaVanguardia-Web-1.jpg

BERITA BOLA ONLINE  – Kandidat presiden baru Barcelona, Victor Font menyesali sikap Blaugrana yang mati-matian merayu PSG untuk memulangkan Neymar pada bursa transfer musim panas ini.

Usaha Barca mendapatkan Neymar luar biasa. Menjelang akhir bursa transfer, mereka mencoba segala cara untuk merayu PSG: mulai dari skema uang plus pemain sampai skema peminjaman dengan kewajiban pembelian permanen.

Biar begitu, pada akhirnya usaha transfer ini gagal. Tuntutan PSG terlalu tinggi, Barcelona tak sanggup memenuhi, dan Neymar tetap bertahan di Paris.

Biar begitu, kabarnya Barca siap bergerak lagi tahun depan.

BACA JUGA : Sesumbar Presiden Gremio, Sebut Liverpool Lebih Mudah Dikalahkan Ketimbang Real Madrid

Menurut berita bola online, sebagian suporter Barca sebenarnya tidak mengharapkan kepulangan Neymar, sebagian lain percaya Neymar bisa membantu mereka mendapatkan Liga Champions. Biar begitu, Font tetap tidak sepakat.

“Ini [saga transfer Neymar] konyol,” buka Font.

“Saya tidak memahami apa saja yang sudah dilakukan, atau bagaimana caranya, atau mengapa. Saya sudah menjelaskan musim panas lalu bahwa Neymar hanya masa lalu, dan memulangkannya hanya rencana jangka pendek.”

Font yakin usaha pembelian Neymar ini sudah cukup menjelaskan buruknya manajemen Barcelona yang sekarang. Terlebih, Neymar meninggalkan klub dengan cara yang buruk dua tahun lalu.

“Ini [usaha memulangkan Neymar] adalah contoh lainnya tentang minimnya proyek di dalam klub. Barca siap menawarkan Ousmane Dembele dan saya tidak tahu siapa lagi. Tindakan ini konyol di level institusional,” sambung Font.

“Memperkuat tim dengan Neymar dan menggadaikan masa depan, itu tidak masuk akal.”

“Dan saya bahkan belum membahas bagian paling penting tentang bagaimana cara Neymar pergi [2017]: dengan menuntut klub,” tutupnya.