http://smskeen.com/wp-content/uploads/2019/10/thumb_94897_default_news_size_5.jpeg

Pemain Liverpool dan Leicester Bertengkar, Ada Apa?

http://smskeen.com/wp-content/uploads/2019/10/thumb_94897_default_news_size_5.jpeg

BERITA BOLA ONLINE – Pekan ke-8 Premier League pada hari Sabtu (5/10/2019) menyajikan duel sengit antara Liverpool melawan Leicester City. Pertandingan yang berlangsung di Anfield berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan the Reds.

Liverpool sempat unggul lebih dulu berkat aksi Sadio Mane lima menit sebelum babak pertama berakhir. Permainan nyaris berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah James Maddison sukses menjebol gawang Adrian 10 menit sebelum berakhir.

Namun dewi fortuna masih berpihak kepada Liverpool. Di masa injury time, wasit melihat Sadio Mane dijatuhkan Marc Albrighton di kotak terlarang. Penalti pun diberikan kepada Liverpool dan James Milner berhasil menunaikan tugasnya dengan baik.

Setelah wasit meniupkan peluit panjang, pemain dari kedua tim terlibat dalam perseteruan yang panas. Terlihat pemain Leicester City, Ayoze Perez, tengah beradu mulut dengan Andrew Robertson sampai harus dilerai oleh Milner, Adam Lallana, Virgil van Dijk, serta Jamie Vardy.

Publik pun dibuat penasaran soal apa yang menyebabkan kedua pemain tersebut berseteru panas. Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers, memberikan hasil pandangannya dari pinggir lapangan saat ditemui awak media usai pertandingan.

BACA JUGA : Trent Alexander-Arnold Disebut Berpotensi Jadi Sehebat De Bruyne

“Menurut para pemain, Andy Robertson merayakan kemenangan dan mendorong dia saat peluit panjang dibunyikan,” tutur Rodgers seperti yang dikutip dari berita bola online.

“Dia [Perez] mungkin tidak menduga [dorongan itu]. Dia sudah pasti merasa terganggu oleh itu dan menyebabkan huru-hara. Namun itu bukan apa-apa, sungguh,” lanjutnya.

Kekalahan yang dirasakan oleh Leicester ini membuat Rodgers patah hati. Ia meyakini bahwa the Foxes pantas meraih sedikitnya satu poin dari markas klub yang pernah ia tukangi tersebut.

“Tentu saja, kebobolan gol pada menit ke-95 sulit untuk diterima, sebab saya merasa bahwa kami pantas mendapatkan satu poin dari permainan ini,” tambahnya.

“Anda mendatangi juara Eropa dan harus tabah, menghadapi momen tekanan dan menunjukkan kualitasnya, dan saya merasa kami telah melakukannya,” tandasnya.

Hasil tersebut membuat Leicester City tertahan di peringkat tiga dengan koleksi 14 poin. Posisinya terancam direbut Arsenal andai klub asuhan Unai Emery tersebut mampu mengalahkan Bournemouth pada hari Minggu (6/10/2019) malam nanti.