http://smskeen.com/wp-content/uploads/2020/06/gennaro-gattuso-l_aa1c4b3.jpg

Trofi Pertama Gennaro Gattuso: Bersama Napoli, Kalahkan Maurizio Sarri

http://smskeen.com/wp-content/uploads/2020/06/gennaro-gattuso-l_aa1c4b3.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Kesuksesan Napoli adalah kesuksesan Gennaro Gattuso. Kamis (18/6/2020) dini hari WIB tadi, Napoli berhasil menjuarai Coppa Italia usai mengalahkan Juventus lewat adu penalti.

Skor bertahan 0-0 selama waktu normal. Lalu, di babak adu penalti, dua penendang pertama Juve gagal dan Napoli berhasil menang dengan skor 4-2.

Kemenangan ini unik. Gattuso melatih Napoli, mantan klub Maurizio Sarri, pelatih yang tak pernah mempersembahkan trofi selama melatih Napoli — dan kini menangani Juventus.Trofi ini terasa spesial bagi Gattuso pribadi, yang merupakan trofi pertamanya sebagai pelatih. Inilah bukti bahwa Gattuso bukan pelatih muda sembarangan, yang mungkin membuat AC Milan menyesal sudah memecatnya.

Pertama-tama, Gattuso hanya bisa berterima kasih pada sepak bola. Setahun terakhir berjalan berat baginya, sempat menganggur, lalu kepergian saudara perempuannya karena sakit berkepanjangan.

“Hidup, dan khususnya sepak bola, telah memberikan begitu banyak hal pada saya daripada apa yang sudah saya berikan. Itu lah yang membuat saya jadi pria,” ungkap Gattuso kepada Berita Bola Online.

“Dalam hidup, Anda selalu mengutamakan orang tua dan keluarga, karena itulah yang sudah terjadi ini sulit diterima [kepergian saudara perempuan.”

“Saya punya hasrat yang begitu besar untuk sepak bola, saya tahu bahwa saya tidak bisa melepaskannya barang sedetik saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gattuso mengindikasikan tidak ada rahasia apa pun di balik kemenangan timnya. Dia hanya meminta para pemain tampil dengan hasrat setinggi mungkin, dengan demikian mereka akan selalu memberikan yang terbaik untuk sepak bola.

BACA JUGA : Sergio Ramos: Real Madrid akan Berikan Segalanya untuk Jadi Juara

“Siapa pun yang mendapatkan pekerjaan ini harus menghargainya, sebab kami beruntung. Karena itulah saya bisa marah ketika saya tidak melihat hasrat bermain, karena saya tidak punya penyesalan terhadap karier saya dan itulah yang ingin saya lihat dilakukan pemain-pemain saya,” lanjut Gattuso.

“Saya percaya pada God of Football. Ketika Anda melakukannya dengan benar, Anda bakal menuai apa yang Anda tabur. Semuanya kembali pada Anda,” tandasnya.